logo
Jika sepuluh tahun yang lalu banyak yang tidak percaya bahwa berbelanja bisa dilakukan hanya dengan menggunakan ponsel, media sosial dan internet.
Sekarang, itu sedang terjadi. Orang bisa membeli barang melalui posel mereka dengan bentuan internet dan berbagai teknologi pendukung seperti media transfer uang, juga hadirnya penyedia jasa pengiriman. Walau masih banyak orang yang membeli barang di toko fisik (secara offline), namun kini berbelanja online adalah hal yang sedang diminati.
Saat berbelanja secara online, pembeli memeriksa harga, membandingkan produk, ulasan produk, dan memeriksa media sosial sebelum membeli. Jika keberadaan Anda terbatas, Anda tidak dapat memaksimalkan penjualan Anda dan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pembeli.
Anda mungkin pernah mendengar seseorang mengucapkan istilah: omni channel. Kedengarannya modern, baru, dan revolusioner bukan? Tapi apa sebenarnya itu?
Menurut Muliadi W Jeo (PT Inovasi Informasi Indonesia), Omni Channel adalah model bisnis lintas channel yang mengutamakan pengalaman pelanggan mereka. Pelanggan dari perusahaan yang mempraktikkan Omni Channel dapat berbelanja dengan menggunakan berbagai channel sekaligus baik online maupun offline.
Menurutnya, Omni Channel merupakan kombinasi dari berbagai macam cara dan channel untuk berbelanja, namun tetap memberikan brand feeling yang sama. Baik seperti saat kita membeli di physical store, webstore, smartphone, televisi, ataupun media sosial.
Seiring perkembangan teknologi, konsumen juga dapat dengan mudah mencari tahu tentang apa yang ingin dibelinya melalui media kapanpun dan di manapun. Inilah yang membuat konsumen memiliki ekspektasi untuk bisa belanja melalui cara apapun, kapanpun, semudah mungkin, dan dengan brand experience yang sama.
“Prosesnya seperti ini, misalnya pelanggan membrowsing barang pada website di pagi hari, berhenti sebentar untuk bekerja, lalu melakukan pembelanjaan melalui aplikasi di ponsel mereka saat makan siang, dan kemudian ia bisa mengambil barang belanjaannya di toko sepulang kantor. Pelanggan juga bisa mengembalikan barang yang dibelinya secara online dan menukarnya dengan ukuran atau kondisi barang yang lebih pas di toko. Pada Omni Channel, seluruh media pemasaran dan sales terintegrasi menjadi satu tanpa terputus sama sekali. Itu menariknya” ucap Muliadi.
Omni channel berfokus pada setiap interaksi pelanggan dan pengalaman keseluruhan mereka terhadap produk dan merek Anda.

Strategi Omni Channel

Langkah pertama dalam menciptakan strategi  omni channel yang sempurna terletak pada mencari tahu platform, media, dan perangkat mana yang digunakan oleh pelanggan Anda setiap hari. Itu termasuk di mana mereka suka berbelanja dan browsing.
Jika Anda tahu bahwa tidak ada pelanggan Anda yang menggunakan eBay, tidak ada gunanya membuang-buang anggaran Anda untuk itu. Jadi jangan menebak. Lakukan analisis dan riset.
Cara cepat untuk mengetahui saluran populer untuk bisnis Anda adalah dengan melihat laporan di dalam Google Analytics . Di sana Anda dapat melihat tempat spesifik mana yang mengarahkan orang ke situs Anda. Berarti Anda dapat melihat bagaimana pelanggan menemukan toko online Anda.
Tertarik memulai untuk menggunakan omni channel dan menerapkan strategi omni channel pada bisnis Anda?
Mari ketahui lebih lanjut bagaimana membangun bisnis omni channel.

Bagaimana konsumen modern berbelanja

Perilaku belanja konsumen modern telah berkembang dan pada tahun-tahun berikutnya diprediksikan akan meningkat. Pada tahun 2018, konsumen ingin pengalaman berbelanja mereka lebih mudah dan nyaman, di mana pun mereka berada. Dalam sebuah studi baru-baru ini, Deloitte Consulting melaporkan bahwa lebih dari dua pertiga pembeli dikategorikan sebagai konsumen omni channel. Apa sebenarnya artinya ini? Pembeli terlibat dalam berbagai saluran selama siklus hidup pembelian (mencari, beli, re-purchase).
Mengetahui bahwa semakin banyak konsumen berbelanja di berbagai saluran, memprioritaskan peningkatan omni channel telah menjadi fokus utama bagi para penjual online. Ketika perilaku konsumen bergeser, penting bagi bisnis untuk beradaptasi agar sesuai dengan kebutuhan pelanggan mereka.

Cara pemilik bisnis beroperasi

Sementara bisnis bekerja untuk beradaptasi dengan kebiasaan belanja konsumen, masih ada perubahan signifikan yang perlu dilakukan. Studi Mercury Analytics 2017 mengungkapkan bahwa 56 persen responden memiliki toko fisik, 21 persen memiliki toko pop-up, 34 persen dijual secara online (menggunakan platform pembuatan situs web), 25 persen dijual melalui Facebook (40 persen terjual di media sosial secara keseluruhan), dan 16 persen melalui Amazon. Menggali lebih dalam, para pemilik bisnis juga ditanya tentang bagaimana mereka menerima pembayaran. Mayoritas (76 persen) mengkonfirmasi bahwa mereka menerima kartu kredit secara langsung.

Manfaat menjual di berbagai saluran

Memasuki saluran penjualan baru dan menjalankan bisnis online kemungkinan akan mendorong peningkatan penjualan. Pembeli pada media omni channel telah terbukti sebagai pelanggan yang loyal dan setia. Sebuah studi oleh Harvard Business Review menemukan bahwa dibandingkan dengan pelanggan saluran tunggal, mereka yang berbelanja di beberapa saluran menghabiskan rata-rata empat persen lebih banyak setiap kali mereka berbelanja sendiri dan sepuluh persen lebih banyak ketika mereka berbelanja online. Selain itu, pembeli ini lebih cenderung menjadi pembeli berulang dan merekomendasikan penjual kepada keluarga dan teman.

3 hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membawa bisnis Anda online

Memperluas bisnis ke saluran baru bukanlah tugas yang mudah. Ada beberapa elemen kunci yang harus dinilai untuk memastikan kesuksesan.

1. Seperti apa lanskap kompetitif Anda?

Sebelum melakukan investasi untuk menjalankan bisnis online, penting untuk memiliki pemahaman menyeluruh tentang industri dan pesaing utama dalam kategori ini. Meskipun mungkin ada persilangan antara online dan secara langsung, ada juga perbedaan signifikan yang harus diidentifikasi. Tentukan bagaimana Anda akan membedakan bisnis Anda dan menonjol.

2. Siapa target pasar Anda?

Menetapkan target pasar utama. Mendefinisikan audiens adalah kunci, karena ini memainkan peran utama di mana untuk mempromosikan dan menjual barang Anda secara online.

3. Produk apa yang akan Anda jual secara online?

Jika Anda sudah menjual langsung, putuskan apakah Anda akan menjual set inventaris yang sama secara online atau jika ada kategori produk yang berbeda yang akan lebih cocok untuk e-commerce.
Jika strategi ritel Anda melibatkan penjualan online dan offline, menghubungkan keduanya sangat penting. Kehadiran di kedua saluran saja tidak cukup. Tidak di dunia sekarang ini di mana konsumen tidak melakukan pembelian secara instan di toko Anda.
Konsumen ingin terhubung dengan merek Anda baik secara offline maupun offline. Mereka ingin tahu apa yang ada sebelum mereka datang berkunjung. Mereka ingin menambahkan barang itu ke keranjang mereka dalam perjalanan ke toko dan menyimpannya di kasir untuk diambil.

Aplikasi Omni Channel

Untuk memudahkan Anda dalam mengontrol dan memegang kendali pada website berjualan Anda seperti Shopify atau WooCommerce, Clodeo hadir sebagai aplikasi omni channel dimana Anda dapat mensinkronisasi barang, stok, dan mengelola orderan yang ada pada website berjualan Anda ke aplikasi Clodeo. Jadi, stok barang akan berkurang secara otomatis jika ada penjualan.
Dengan Aplikasi Omni Channel seperti Clodeo, Anda akan lebih mudah dalam memproses pesanan, dan semua pesanan jadi lebih teratur dan rapi. Tidak ada pesanan yang terlewat atau ‘double-process’. Dan Anda bisa juga langsung melihat resi pengiriman serta mencetak label pengiriman (shipping label).

Referensi:

https://inet.detik.com/business/d-3837908/omni-channel-strategi-baru-peritel-bersaing-di-ranah-digital

Related Posts

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *